05/09/2025 608

Warisan Digitalisasi Pendidikan Era Nadiem Dipertanyakan

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Jakarta – Kasus dugaan korupsi Chromebook yang menyeret Nadiem Makarim menjadi tersangka membuka ironi besar: program digitalisasi pendidikan yang dulu diagungkan, kini terjerat tuduhan memperdagangkan masa depan murid dengan praktik korupsi.

Penetapan tersangka terhadap Nadiem dilakukan pada 4 September 2025, sehari kemudian ia resmi ditahan Kejagung. Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan tetap mendalami perkara lain, yakni dugaan korupsi penggunaan Google Cloud. Sementara PT GoTo Gojek Tokopedia buru-buru menegaskan jarak dari sang pendiri. Semua pihak berusaha cuci tangan, sementara publik menyaksikan betapa mahalnya harga sebuah “inovasi” yang ternyata bisa dipenuhi dengan skandal.

Digitalisasi semestinya menghadirkan akses dan kualitas belajar lebih baik. Tetapi apa jadinya jika proyek ini justru dikorupsi? Laptop yang seharusnya membantu murid, malah berubah jadi simbol pengkhianatan terhadap pendidikan. Publik patut bertanya: apakah digitalisasi hanyalah jargon modernisasi, atau memang dari awal dijadikan proyek bancakan?

Prev Post

Korupsi Pendidikan Bukan Sekadar Angka

Next Post

Luka di Balik Cita-Cita Pendidikan

BACK TO TOP