10/09/2025 583

“Unjuk Rasa Gen Z” Mengguncang Nepal

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Kathmandu, 11 September 2025 - Demonstrasi besar-besaran yang dikenal sebagai “Unjuk Rasa Gen Z” mengguncang Nepal, menandai bangkitnya generasi muda sebagai kekuatan politik baru.

Awalnya dipicu larangan media sosial, gerakan ini berkembang menjadi luapan kemarahan terhadap korupsi, nepotisme, dan stagnasi ekonomi. Ribuan anak muda turun ke jalan, menuntut perubahan menyeluruh. “Kami tidak lagi percaya pada elite lama. Masa depan Nepal ada di tangan kami,” ujar salah seorang demonstran.

Krisis ini memicu respons internasional. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan semua pihak menahan diri, sementara Kantor HAM PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat. Amnesty International menilai penembakan demonstran damai sebagai pelanggaran hukum internasional.

Sementara itu, International Crisis Group menyebut situasi Nepal sebagai “titik balik demokrasi”, dengan menekankan pentingnya melibatkan tokoh yang dipercaya publik, terutama generasi muda, dalam transisi.

Di sisi lain, pemerintah asing fokus pada perlindungan warganya. Kementerian Luar Negeri RI memastikan sekitar 100 WNI di Nepal aman dan menyiapkan opsi evakuasi jika situasi memburuk.

Dengan energi Gen Z dan sorotan dunia, krisis ini bukan sekadar pergantian pemimpin, tetapi pertarungan masa depan arah demokrasi Nepal.

Prev Post

Nepal Tanpa Pemimpin, Militer Ambil Alih

Next Post

Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 3 Lebih Cepat, Reformasi Birokrasi Diuji

BACK TO TOP