31/10/2025 199

PGPAUD UAD: Target PAUD Universal 2030 Wajib Dijemput Lewat Pendekatan Konstruktivistik Inklusif

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Yogyakarta, 31 Oktober 2025 – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Membangun Ruang Belajar Inklusif: Pendekatan Konstruktivistik untuk Setiap Anak”.

Acara hybrid yang diselenggarakan di Ruang Amphitarium Lantai 9 Gedung Utama Kampus UAD dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube FKIP UAD Official ini, menjangkau ratusan peserta. Peserta offline terdiri dari dosen dan mahasiswa UAD serta Universitas Muhammadiyah Bandung, sementara peserta online dihadiri oleh peserta dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari seluruh Indonesia.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber utama: Dr. Riana Mashar, S.Psi., M.Si., Psikolog (Kaprodi PGPAUD UAD); Dr. Nia Nurhasanah, S.Si., M.Pd. (Direktur PAUD); dan Dr. Esty Fatanitisa, S.Psi., M.Pd. (Dosen PIAUD Universitas Muhammadiyah Bandung).

Pendidikan Inklusif, Kewajiban Moral dan Konstitusional

Dalam pemaparannya, Dr. Nia Nurhasanah (Direktur PAUD) menekankan bahwa mewujudkan pendidikan inklusif bagi setiap anak Indonesia adalah langkah strategis pemerintah yang wajib didukung semua pihak. Beliau menegaskan bahwa "setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi," menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan moral dan historis dari praktik pendidikan ini.

Dr. Nia Nurhasanah menyoroti target ambisius untuk mencapai PAUD Universal pada tahun 2030, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 4.2. Hal ini diperkuat dengan Peraturan Mendikbudristek No. 48 Tahun 2023 yang menjadi pedoman penyediaan akomodasi yang layak.

Data Terkini: Hingga September 2025, tercatat terdapat 37.095 anak usia dini dengan kebutuhan pendidikan khusus, dan 13.010 satuan PAUD telah berkomitmen memberikan layanan bagi mereka”. Ungkapnya.

Komitmen Pemerintah Melampaui Label

Pemerintah, lanjut Dr. Nia, terus meningkatkan berbagai dukungan, antara lain:

Pertama, Dukungan finansial melalui Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD-ABK.

Kedua, Pengembangan profesional guru dan penyediaan sumber ajar yang inklusif.

Ketiga, Peningkatan infrastruktur dan program pendampingan.

Beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk menghapus stigma sosial terhadap anak berkebutuhan khusus dan mendorong terciptanya pembelajaran adaptif yang berorientasi pada tumbuh kembang setiap anak, melampaui label yang ada.

Diakhiri sesi diskusi, Dr. Nia Nurhasanah selaku Direktur PAUD menyampaikan pesan inspiratif:

Pendidikan inklusif bukanlah akhir, tetapi awal untuk bersama-sama tumbuh dan berkembang. Visi kita bukan hanya PAUD menerima anak, tetapi PAUD yang tumbuh bersama anak”.

Kegiatan seminar nasional ini berlangsung sangat interaktif dan inspiratif. Melalui pembahasan yang mendalam ini, diharapkan mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan semakin siap menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang belajar yang ramah bagi setiap anak tanpa diskriminasi.



Prev Post

Ribuan Ojol Gelar Demo “179 Ojol”: Tuntutan, Respons, dan Pro-Kontra

Next Post

Feodalisme: Antara Tradisi, Kekuasaan, dan Ketaatan yang Tak Selesai

BACK TO TOP