Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta
Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Jawa Tengah resmi dilantik untuk periode 2025–2029 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat dan bermakna. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Membangun Iklim Sekolah Anti-Bullying melalui Implementasi Deep Learning” dan diselenggarakan secara hybrid, luring di Aula Gedung F FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta serta daring melalui siaran langsung YouTube PD ABKIN Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Ketua Umum ABKIN oleh Prof. Dr. Moh Fahrozin, M.Pd menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran profesional konselor di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Menurutnya, konselor harus mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan iklim sekolah yang aman dan ramah bagi peserta didik.
“Guru Bimbingan dan Konseling memiliki posisi strategis dalam membangun karakter dan kesehatan mental peserta didik. Oleh karena itu, ABKIN harus hadir sebagai organisasi yang adaptif, profesional, dan solutif,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PD ABKIN Jawa Tengah, Kusnarto Kurniawan, S.Pd.,M.Pd dalam sambutannya menyampaikan komitmen penuh pengurus yang baru dilantik untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kualitas layanan BK di Jawa Tengah.
“Kami berkomitmen menjadikan PD ABKIN Jawa Tengah sebagai organisasi yang solid dan berdampak nyata, khususnya dalam upaya menciptakan iklim sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan,” ujarnya.
Seminar nasional yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang Bimbingan dan Konseling. Narasumber pertama yang dipaparkan oleh Mulawarman,S.Pd.,M.Pd., PhD, menekankan bahwa pendekatan deep learning dalam layanan BK tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada pemahaman mendalam terhadap peserta didik.
“Deep learning dalam layanan BK menuntut konselor untuk memahami siswa secara utuh—emosi, nilai, dan konteks kehidupannya—sehingga pencegahan bullying dapat dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr.Ribut Purwaningrum, S.Pd., M.Pd. menyoroti pentingnya peran konselor sebagai penggerak budaya sekolah yang positif. Ia menegaskan bahwa iklim anti-bullying tidak bisa dibangun secara instan, tetapi melalui kolaborasi seluruh warga sekolah.
“Konselor harus menjadi fasilitator perubahan budaya sekolah, membangun empati, komunikasi sehat, dan rasa aman bagi seluruh peserta didik,” ungkapnya.
Dalam laporan kegiatan, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, baik yang hadir secara langsung maupun daring. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal penguatan sinergi antar konselor dalam menjalankan program-program ABKIN ke depan.
Dengan dilantiknya Pengurus Daerah ABKIN Jawa Tengah periode 2025–2029, ABKIN diharapkan semakin berperan aktif dalam peningkatan profesionalisme guru BK serta menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, aman, dan bebas dari bullying. (Spy)
Tags: Konseling ABKIN Jawa Tengah
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP