25/05/2026 9

PUNDI Luncurkan Kick Off Penelitian Pengembangan Budaya Industri di Sekolah Menengah Kejuruan

author photo
By Redaksi PUNDI

Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta

Yogyakarta — Yayasan Pegiat Pendidikan Indonesia (PUNDI) menggelar sarasehan “Kick Off Penelitian Pengembangan Budaya Industri di Sekolah Menengah Kejuruan” pada Senin (25/5) di Burza Hotel Yogyakarta, menghadirkan seluruh kepala SMK dari wilayah DIY. Acara dibuka oleh Direktur PUNDI, Dr. Farid Setiawan, S.Pd., M. Pd, menegaskan komitmen Yayasan PUNDI pada visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” dan perlunya penelitian untuk membaca kesiapan sektor SMK menghadapi percepatan perubahan industri.

Dalam sambutannya, Dr. Arie Wibowo K. S.Si., M.Ak. selaku Direktorat SMK Kemendikdasmen RI, menekankan strategi pengembangan corporate culture di SMK dengan fondasi teaching factory berkelanjutan sebagai jalan mencapai mutu lulusan. Direktorat menyoroti pentingnya kejujuran data, konsistensi karakteristik sekolah, dan pembentukan mentalitas budaya industri yang terlihat nyata dalam praktik sekolah. Arie Wibowo juga menyebutkan bahwa tantangan terbesar hari ini adalah ketersediaan industri mitra dan pemeliharaan standar peralatan.

Prof. Dr. Fatwa Tentama, S. Psi., M. Si, selaku Guru Besar Psikologi Kerja, Organisasi, dan Kewirausahaan Universitas Ahmad Dahlan, pemateri pertama, menegaskan bahwa pembentukan employability skills, terutama komunikasi, disiplin, dan work ethic, harus dimulai sejak dalam proses pendidikan di SMK, bukan hanya saat PKL. Ia menyebutkan kelemahan teaching factory (TeFa) sebagai persoalan utama yang perlu direkayasa dari hulu: SDM, kurikulum, sarana-prasarana, dan kemitraan.

Acara juga menampilkan sudut pandang dunia industri melalui M. Afi Prabowo (Business Manager NASMOCO), yang menyatakan kebutuhan industri akan lulusan yang adaptif, cepat belajar, proaktif, dan mampu bekerja dalam tim. Ia menyoroti program Toyota T-Tep sebagai contoh kolaborasi yang menggabungkan pelatihan guru, teaching factory, dan standardisasi industri.

Penyelenggara berharap hasil penelitian nantinya dan diskusi hari ini akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan dan praktik bagi SMK agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga berkarakter industri yang konsisten.



Prev Post

“Perempuan Viral”: Standar Kecantikan, Algoritma, dan Tekanan Sosial di Era Media Sosial

Next Post

Industri Butuh Lulusan “Siap Belajar”: Nasmoco Tekankan Sikap, Bukan Sekadar Teknik

BACK TO TOP