Dewan Redaksi Pegiat Pendidikan Indonesia Yogyakarta
Jakarta – Pemerintah mempercepat transformasi pendidikan nasional setelah Indonesia memperoleh pengakuan internasional dari International Telecommunication Union (ITU), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), atas inovasi digitalisasi pendidikan melalui ajang WSIS Prizes 2026.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian tersebut saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Menurutnya, penghargaan itu menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi yang dijalankan Indonesia mendapat pengakuan dunia.
Prabowo menegaskan pemerintah akan mempercepat pemerataan akses pendidikan digital dengan mendistribusikan sekitar 700 ribu panel interaktif digital hingga akhir 2026 atau semester pertama 2027. Perangkat tersebut ditujukan untuk mendukung proses pembelajaran, terutama di sekolah-sekolah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program digitalisasi tersebut merupakan bagian dari agenda transformasi pendidikan yang dikembangkan Kemendikdasmen. Dua inovasi nasional, yakni Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty, berhasil menjadi Champion Project dalam ajang WSIS Prizes 2026 yang diselenggarakan ITU di Jenewa, Swiss.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan penghargaan internasional tersebut bukan semata-mata keberhasilan teknologi, tetapi mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.
Pemerintah berharap pengakuan dari ITU menjadi dorongan untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga akses terhadap materi pembelajaran berkualitas dapat dinikmati siswa dan guru di seluruh Indonesia.
Copyright By@PUNDI - 2024
BACK TO TOP